Cara Mengutip Wawancara dalam Gaya Chicago
Wawancara adalah sumber primer penting untuk penelitian sejarah, sejarah lisan, jurnalisme, dan studi kualitatif. Chicago Manual of Style (edisi ke-17) membedakan antara wawancara yang diterbitkan, wawancara yang tidak diterbitkan, dan komunikasi pribadi, dengan format spesifik untuk setiap jenis dalam sistem Notes-Bibliography maupun Author-Date.
Memahami Kutipan Wawancara
Kutipan wawancara bervariasi berdasarkan status penerbitan dan aksesibilitas. Wawancara yang diterbitkan di majalah, surat kabar, atau media siaran dikutip secara berbeda dari wawancara pribadi yang dilakukan oleh peneliti. Sejarah lisan yang diarsipkan dalam repositori memerlukan informasi lokasi yang terperinci. Sistem Notes-Bibliography lebih disukai dalam sejarah dan humaniora, sementara Author-Date digunakan dalam ilmu sosial. Wawancara pribadi oleh peneliti biasanya hanya dikutip dalam catatan, bukan dalam bibliografi.
Chicago Notes-Bibliography: Wawancara yang Diterbitkan
Format Dasar untuk Wawancara yang Diterbitkan
Catatan kaki/catatan akhir:
Nama Narasumber, interview by Nama Pewawancara, "Judul Wawancara,"Publikasi, Bulan Tanggal, Tahun, Halaman atau URL.
Entri bibliografi:
Nama Narasumber. Interview by Nama Pewawancara. "Judul Wawancara."Publikasi, Bulan Tanggal, Tahun. Halaman atau URL.
Contoh: Wawancara Majalah
Catatan:
1. Toni Morrison, interview by Claudia Brodsky Lacour, "The Salon Interview," Salon, February 16, 1998, https://www.salon.com/1998/02/16/cov_si_16int/.
Bibliografi:
Morrison, Toni. Interview by Claudia Brodsky Lacour. "The Salon Interview." Salon, February 16, 1998. https://www.salon.com/1998/02/16/cov_si_16int/.
Contoh: Wawancara Surat Kabar
Catatan:
2. Lin-Manuel Miranda, interview by Patrick Healy, "Hamilton's Creator on His Founding Father Obsession," New York Times, July 30, 2015, https://www.nytimes.com/2015/08/02/theater/lin-manuel-miranda-hamiltons-creator.html.
Contoh: Wawancara Siaran (Televisi)
Catatan:
3. Barack Obama, interview by Anderson Cooper, 60 Minutes, CBS, November 13, 2016.
Bibliografi:
Obama, Barack. Interview by Anderson Cooper. 60 Minutes. CBS, November 13, 2016.
Contoh: Wawancara Radio
Catatan:
4. Ruth Bader Ginsburg, interview by Terry Gross, Fresh Air, NPR, February 15, 2018, audio, 45:30, https://www.npr.org/programs/fresh-air/2018/02/15/586030359.
Contoh: Wawancara Podcast
Catatan:
5. Ta-Nehisi Coates, interview by Ezra Klein, "Ta-Nehisi Coates on Reparations," The Ezra Klein Show, podcast audio, 1:15:23, June 20, 2019, https://www.vox.com/ezra-klein-show-podcast.
Chicago Notes-Bibliography: Wawancara yang Tidak Diterbitkan
Format Dasar untuk Wawancara Pribadi
Catatan kaki/catatan akhir:
Nama Narasumber, interview by author, Lokasi, Bulan Tanggal, Tahun.
Entri bibliografi:
Wawancara pribadi yang dilakukan oleh peneliti biasanya hanya dikutip dalam catatan, bukan dalam bibliografi. Namun, jika Anda melakukan banyak wawancara, Anda dapat mencantumkannya dalam bibliografi.
Contoh: Wawancara Tatap Muka oleh Peneliti
Catatan:
6. Sarah Johnson, interview by author, Chicago, IL, March 15, 2024.
Contoh: Wawancara Telepon atau Video oleh Peneliti
Catatan:
7. Michael Chen, phone interview by author, January 20, 2024.
Alternatif:
8. Robert Martinez, Zoom interview by author, February 5, 2024.
Contoh: Wawancara Email
Catatan:
9. Lisa Anderson, email interview by author, December 10, 2023.
Chicago Notes-Bibliography: Wawancara Sejarah Lisan
Format Dasar untuk Sejarah Lisan yang Diarsipkan
Catatan kaki/catatan akhir:
Nama Narasumber, interview by Nama Pewawancara, Tanggal, transcript or audio, Nama Koleksi, Repositori, Lokasi.
Entri bibliografi:
Nama Narasumber. Interview by Nama Pewawancara. Tanggal. Transcript or audio. Nama Koleksi. Repositori, Lokasi.
Contoh: Sejarah Lisan dalam Arsip
Catatan:
10. Rosa Parks, interview by Blackside, Inc., November 14, 1985, transcript and audio, 45:30, Henry Hampton Collection, Washington University Film and Media Archive, St. Louis, MO.
Bibliografi:
Parks, Rosa. Interview by Blackside, Inc. November 14, 1985. Transcript and audio, 45:30. Henry Hampton Collection. Washington University Film and Media Archive, St. Louis, MO.
Contoh: Proyek Sejarah Lisan Daring
Catatan:
11. Alice Paul, interview by Amelia Fry, 1972-1973, transcript, Suffragists Oral History Project, University of California, Berkeley, https://oac.cdlib.org/findaid/ark:/13030/kt6s20356s/.
Chicago Author-Date: Wawancara
Contoh: Wawancara yang Diterbitkan
Kutipan dalam teks:
(Morrison 1998)
Daftar referensi:
Morrison, Toni. 1998. Interview by Claudia Brodsky Lacour. "The Salon Interview." Salon, February 16. https://www.salon.com/1998/02/16/cov_si_16int/.
Contoh: Wawancara Siaran
Kutipan dalam teks:
(Obama 2016)
Daftar referensi:
Obama, Barack. 2016. Interview by Anderson Cooper. 60 Minutes. CBS, November 13.
Contoh: Wawancara Pribadi
Kutipan dalam teks:
(S. Johnson, pers. comm., 2024)
Daftar referensi:
Komunikasi pribadi tidak disertakan dalam daftar referensi pada format Author-Date. Kutip secara dalam kurung di dalam teks dengan "pers. comm." dan tahunnya.
Contoh: Sejarah Lisan
Kutipan dalam teks:
(Parks 1985)
Daftar referensi:
Parks, Rosa. 1985. Interview by Blackside, Inc. November 14. Transcript and audio, 45:30. Henry Hampton Collection. Washington University Film and Media Archive, St. Louis, MO.
Kapan Menggunakan Setiap Sistem
| Disiplin | Sistem yang Direkomendasikan |
|---|---|
| Sejarah | Notes-Bibliography |
| Sejarah Lisan | Notes-Bibliography |
| Biografi | Notes-Bibliography |
| Sosiologi | Author-Date |
| Antropologi | Author-Date |
| Ilmu Politik | Author-Date |
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
1. Mencampuradukkan Wawancara yang Diterbitkan dan Tidak Diterbitkan
Wawancara yang diterbitkan (di majalah, surat kabar, atau siaran) diperlakukan seperti sumber terbitan lainnya dan disertakan dalam bibliografi. Wawancara pribadi yang dilakukan oleh peneliti hanya dikutip dalam catatan (Notes-Bibliography) atau dalam tanda kurung dengan "pers. comm." (Author-Date).
2. Metode Wawancara yang Hilang
Untuk wawancara pribadi, tentukan metodenya: tatap muka, telepon, email, atau panggilan video. Informasi ini membantu menetapkan konteks dan kredibilitas wawancara.
3. Kutipan Sejarah Lisan yang Tidak Lengkap
Sejarah lisan yang diarsipkan memerlukan informasi arsip lengkap: nama koleksi, repositori, lokasi, dan nomor alat bantu pencarian atau katalog. Perlakukan seperti sumber primer arsip.
4. Urutan Nama yang Salah
Narasumber (orang yang diwawancarai) muncul terlebih dahulu, diikuti dengan "interview by" dan nama pewawancara. Jangan membalikkan urutan ini.
5. Tanggal yang Hilang untuk Wawancara Pribadi
Selalu sertakan tanggal lengkap wawancara pribadi. Ini menetapkan kapan informasi tersebut dikumpulkan dan membantu pembaca menilai keterkiniannya.
6. Menghilangkan Informasi Persetujuan
Meskipun tidak diperlukan dalam kutipan, catat dalam teks Anda apakah wawancara dilakukan dengan persetujuan IRB atau dengan persetujuan yang diinformasikan, terutama untuk topik sensitif.
Kasus Khusus dan Pertimbangan
Beberapa Wawancara dengan Orang yang Sama
Catatan:
12. Jane Smith, interview by author, Chicago, IL, March 15, 2024.
13. Jane Smith, interview by author, phone, April 20, 2024.
Bibliografi (jika disertakan):
Smith, Jane. Interviews by author. Chicago, IL, March 15, 2024, and by phone, April 20, 2024.
Narasumber Anonim
Catatan:
14. Anonymous social worker, interview by author, New York, NY, January 10, 2024.
Catatan: gunakan frasa deskriptif seperti "pekerja sosial anonim" atau "sumber rahasia" saat melindungi identitas narasumber.
Wawancara Kelompok atau Kelompok Fokus
Catatan:
15. Focus group with five history teachers, interview by author, Boston, MA, February 28, 2024.
Wawancara dari Film Dokumenter
Catatan:
16. John Lewis, interview in Eyes on the Prize: America's Civil Rights Years, 1954-1965, directed by Henry Hampton, episode 6, "Bridge to Freedom," aired January 21, 1987, on PBS.
Wawancara yang Diterbitkan dalam Buku
Catatan:
17. James Baldwin, interview by Studs Terkel, in Conversations with James Baldwin, ed. Fred L. Standley and Louis H. Pratt (Jackson: University Press of Mississippi, 1989), 3-23.
Etika Penelitian dan Praktik Terbaik
Persetujuan yang Diinformasikan
Saat melakukan wawancara asli untuk penelitian, dapatkan persetujuan yang diinformasikan dari peserta. Banyak institusi mewajibkan persetujuan IRB (Institutional Review Board) untuk penelitian berbasis wawancara. Simpan formulir persetujuan dan protokol wawancara dalam berkas penelitian Anda.
Perekaman dan Transkripsi
Jika Anda merekam wawancara, catat apakah Anda mengutip dari transkrip atau audio. Transkrip lebih mudah dikutip dengan nomor halaman, sementara kutipan audio mungkin menggunakan stempel waktu. Simpan rekaman asli dengan aman sesuai dengan protokol etika penelitian.
Informasi Kontekstual
Dalam teks Anda (bukan kutipan), berikan konteks yang relevan tentang narasumber: keahlian mereka, hubungan dengan topik Anda, dan mengapa perspektif mereka penting. Ini membantu pembaca menilai otoritas sumbernya.
Privasi dan Kerahasiaan
Saat mengutip sumber anonim atau wawancara rahasia, jelaskan dalam teks Anda mengapa anonimitas diberikan. Konsistenlah dalam melindungi identitas—jangan menyertakan detail yang dapat mengidentifikasi orang tersebut.
Sejarah Lisan sebagai Metode Historis
Wawancara sejarah lisan adalah fondasi untuk mendokumentasikan suara dan pengalaman yang kurang terwakili dalam penelitian sejarah. Proyek sejarah lisan besar—termasuk narasi WPA, kesaksian Holokaus, wawancara gerakan hak-hak sipil—memberikan sumber primer yang sangat berharga. Saat mengutip dari arsip sejarah lisan, sertakan semua informasi identifikasi yang tersedia untuk membantu peneliti lain menemukan wawancara tersebut.
Bagi sejarawan yang melakukan penelitian sejarah lisan asli, wawancara Anda menjadi sumber primer bagi akademisi masa depan. Pertimbangkan untuk menyimpan transkrip dan rekaman di arsip institusional dengan dokumentasi dan protokol akses yang tepat.
Buat Kutipan Chicago untuk Wawancara
Buat kutipan gaya Chicago yang akurat untuk wawancara yang diterbitkan, wawancara pribadi, dan sejarah lisan dalam format Notes-Bibliography maupun Author-Date. Penting bagi sejarawan, jurnalis, dan peneliti kualitatif.