Lompat ke konten
← Kembali ke panduan

Cara Menyitasi Sumber Primer dan Arsip dalam Gaya Chicago

Menyitasi materi arsip dan sumber primer sangat penting untuk penelitian sejarah. Sistem Notes-Bibliography dari Chicago Manual of Style menyediakan format rinci untuk naskah, surat, buku harian, dan materi yang belum diterbitkan yang disimpan di arsip, koleksi khusus, dan repositori di seluruh dunia. Panduan ini sangat diperlukan bagi sejarawan, peneliti arsip, dan akademisi humaniora.

Memahami Sitasi Arsip dalam Gaya Chicago

Sitasi arsip berbeda secara signifikan dari sumber yang diterbitkan. Sitasi ini harus menyediakan informasi yang cukup agar peneliti lain dapat menemukan dokumen tepat di arsip. Ini mencakup: penulis atau pencipta, judul atau deskripsi item, tanggal, nama koleksi, nomor kotak dan folder, nama repositori, dan lokasi. Sistem Notes-Bibliography hampir secara universal digunakan untuk penelitian arsip dalam sejarah dan bidang terkait.

Chicago edisi ke-17 mengakui bahwa materi arsip adalah sumber primer yang memerlukan perhatian khusus. Sitasi ini menetapkan asal-usul dan keaslian bukti sejarah, menjadikannya sangat penting bagi kredibilitas ilmiah.

Elemen Dasar Sitasi Arsip

Sitasi arsip yang lengkap biasanya mencakup elemen-elemen berikut secara berurutan:

  1. Penulis atau pencipta dokumen (jika diketahui)
  2. Judul atau deskripsi item
  3. Tanggal item
  4. Nama koleksi
  5. Nomor kotak dan folder (atau pengidentifikasi lokasi lainnya)
  6. Nama repositori
  7. Lokasi repositori (kota, negara bagian)

Chicago Notes-Bibliography: Materi Arsip

Format Dasar untuk Dokumen Arsip

Catatan kaki/akhir (rujukan pertama):

Creator, "Title or Description," Date, Collection Name, Box #, Folder #, Repository Name, Location.

Catatan singkat (rujukan berikutnya):

Creator, "Shortened Description," Collection Name.

Entri bibliografi:

Collection Name. Repository Name, Location. [May include brief description or specific items cited]

Catatan: koleksi arsip sering dicantumkan berdasarkan nama koleksi dalam bibliografi, bukan item individual.

Contoh: Surat dalam Koleksi Arsip

Catatan pertama:

1. Thomas Jefferson to John Adams, June 27, 1813, Thomas Jefferson Papers, Box 45, Folder 3, Library of Congress, Washington, DC.

Catatan singkat:

2. Jefferson to Adams, June 27, 1813, Jefferson Papers.

Bibliografi:

Thomas Jefferson Papers. Library of Congress, Washington, DC.

Contoh: Naskah atau Dokumen yang Belum Diterbitkan

Catatan:

3. Mary McLeod Bethune, "Spiritual Autobiography," ca. 1938, Mary McLeod Bethune Papers, Series 7, Box 1, Bethune-Cookman University Archives, Daytona Beach, FL.

Bibliografi:

Mary McLeod Bethune Papers. Bethune-Cookman University Archives, Daytona Beach, FL.

Contoh: Entri Buku Harian atau Jurnal

Catatan:

4. Martha Ballard, diary entry, August 3, 1787, Martha Ballard Diary, Maine State Museum, Augusta, ME.

Bibliografi:

Ballard, Martha. Martha Ballard Diary, 1785-1812. Maine State Museum, Augusta, ME.

Contoh: Memo atau Dokumen Internal

Catatan:

5. George C. Marshall, memorandum to President Truman, "European Recovery Program," February 27, 1947, President's Secretary's Files, Box 116, Harry S. Truman Presidential Library, Independence, MO.

Contoh: Notula Rapat atau Catatan Resmi

Catatan:

6. "Minutes of the Board of Directors Meeting," March 15, 1920, National Association for the Advancement of Colored People Records, Part 1, Reel 2, Library of Congress, Washington, DC.

Contoh: Foto atau Materi Visual

Catatan:

7. Dorothea Lange, "Migrant Mother," 1936, photograph, Farm Security Administration Collection, Library of Congress Prints and Photographs Division, Washington, DC.

Menyitasi Materi dari Arsip Digital

Banyak arsip telah mendigitalkan koleksinya, membuat materi dapat diakses secara daring. Saat menyitasi materi arsip yang telah didigitalkan, sertakan informasi yang sama seperti materi fisik, ditambah URL atau nama basis data.

Contoh: Surat Arsip yang Didigitalkan

Catatan:

8. Frederick Douglass to Harriet Beecher Stowe, March 8, 1853, Frederick Douglass Papers, Library of Congress, Washington, DC, https://www.loc.gov/item/mfd.21017/.

Contoh: Dokumen dari Basis Data Arsip Daring

Catatan:

9. "Immigration Records of Ellis Island," passenger manifest, SS Kaiser Wilhelm II, April 17, 1906, Ellis Island Database, Statue of Liberty-Ellis Island Foundation, https://heritage.statueofliberty.org/.

Jenis Khusus Sumber Primer

Wawancara Sejarah Lisan

Catatan:

10. Rosa Parks, interview by Blackside, Inc., November 14, 1985, transcript and audio, Henry Hampton Collection, Washington University Film and Media Archive, St. Louis, MO.

Kasus Pengadilan dan Dokumen Hukum

Catatan:

11. Brown v. Board of Education, case files, Record Group 267, Box 5, Folder 3, National Archives and Records Administration, Washington, DC.

Kliping Koran dari Arsip

Catatan:

12. "Women's Suffrage March in Washington," New York Times, March 4, 1913, clipping, Alice Paul Papers, Box 2, Folder 12, Schlesinger Library, Radcliffe Institute, Cambridge, MA.

Koleksi Dokumen Pribadi dan Korespondensi

Catatan:

13. Virginia Woolf to Vita Sackville-West, January 21, 1926, Berg Collection of English and American Literature, New York Public Library, New York, NY.

Format Chicago Author-Date untuk Arsip

Meski kurang umum, beberapa ilmu sosial menggunakan format Author-Date untuk materi arsip. Formatnya mengikuti prinsip serupa tetapi menekankan tanggal.

Contoh: Dokumen Arsip dalam Author-Date

Sitasi dalam teks:

(Jefferson 1813)

Daftar referensi:

Jefferson, Thomas. 1813. Letter to John Adams, June 27. Thomas Jefferson Papers, Box 45, Folder 3. Library of Congress, Washington, DC.

Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari

1. Informasi Lokasi yang Tidak Memadai

Selalu berikan detail lokasi lengkap termasuk nomor kotak, folder, seri, atau reel. Peneliti lain memerlukan informasi ini untuk menemukan dokumen yang tepat. "John Smith Papers, Library of Congress" saja tidak cukup.

2. Menghilangkan Lokasi Repositori

Sertakan kota dan negara bagian repositori. Banyak institusi memiliki nama yang mirip, sehingga lokasi penting untuk identifikasi.

3. Mencampuradukkan Sumber yang Diterbitkan dan Belum Diterbitkan

Jika surat atau dokumen telah diterbitkan dalam buku atau jurnal, sitasi versi yang diterbitkan, bukan lokasi arsip (kecuali Anda memeriksa dokumen aslinya untuk alasan khusus seperti memeriksa perubahan editorial).

4. Format Nama Koleksi yang Tidak Konsisten

Gunakan nama resmi koleksi seperti yang dicantumkan oleh repositori. Jangan menyingkat atau mengubah nama koleksi tanpa penjelasan.

5. Informasi Tanggal Hilang

Jika tanggal pasti tidak diketahui, gunakan "ca." (circa) untuk tanggal perkiraan atau "n.d." (tanpa tanggal). Jangan pernah menghilangkan informasi tanggal sepenuhnya jika ada informasi temporal yang tersedia.

6. Tanda Baca yang Salah

Gunakan koma untuk memisahkan elemen sitasi dalam catatan. Dalam entri bibliografi untuk koleksi, gunakan titik setelah elemen utama.

Praktik Terbaik untuk Penelitian Arsip

Mencatat Informasi Lengkap

Saat melakukan penelitian arsip, catat semua informasi sitasi segera. Ambil foto label kotak dan sampul folder. Catat ejaan yang tepat dari nama koleksi dan pengidentifikasi khusus apa pun yang digunakan oleh repositori.

Memahami Organisasi Arsip

Arsip mengorganisasi materi secara berbeda. Beberapa menggunakan sistem kotak/folder, yang lain menggunakan seri dan subseri, dan yang lainnya lagi menggunakan nomor reel untuk mikrofilm. Gunakan sistem organisasi repositori dalam sitasi Anda.

Menyitasi Beberapa Item dari Koleksi yang Sama

Saat menyitasi banyak item dari satu koleksi, cantumkan koleksi tersebut sekali dalam bibliografi. Dalam catatan, sertakan detail lengkap untuk setiap item tetapi persingkat rujukan koleksi setelah sitasi pertama.

Izin dan Pembatasan

Beberapa materi arsip memiliki pembatasan akses atau memerlukan izin untuk disitasi. Selalu patuhi kebijakan repositori dan akui izin yang diperlukan dalam karya Anda.

Finding Aid dan Catatan Katalog

Menyitasi Finding Aid Itu Sendiri

Jika Anda merujuk informasi dari finding aid, bukan dokumen itu sendiri:

Catatan:

14. "Guide to the Jane Addams Papers, 1860-1960," Special Collections Research Center, University of Chicago Library, accessed February 5, 2026, https://www.lib.uchicago.edu/e/scrc/findingaids/view.php?eadid=ICU.SPCL.ADDAMS.

Mengapa Sitasi Arsip Itu Penting

Sitasi arsip yang tepat melayani berbagai tujuan penting dalam kajian sejarah. Sitasi ini memungkinkan telaah sejawat dan verifikasi penelitian Anda, membantu akademisi lain membangun di atas karya Anda, menetapkan keaslian dan asal-usul bukti, serta menghargai kerja arsiparis yang melestarikan materi tersebut.

Dalam sejarah dan bidang humaniora terkait, penelitian arsip sering kali menjadi tulang punggung kajian orisinal. Sitasi Anda menunjukkan kedalaman penelitian Anda dan menyediakan peta jalan bagi orang lain yang menjelajahi topik serupa.

Buat Sitasi Chicago untuk Sumber Primer

Buat sitasi gaya Chicago yang akurat untuk materi arsip dan sumber primer menggunakan format Notes-Bibliography. Penting bagi sejarawan dan peneliti arsip.

Panduan Terkait