Lompat ke konten
← Kembali ke panduan

Cara Menyitasi Antologi dan Bab Buku dalam Format MLA [Panduan 2026]

Antologi dan kumpulan suntingan adalah sumber umum dalam kajian sastra dan penelitian humaniora. Panduan komprehensif ini menjelaskan cara menyitasi bab, esai, puisi, dan cerita pendek dari antologi menggunakan format MLA edisi ke-9, dengan contoh yang jelas dan penjelasan konsep kontainer.

Memahami Antologi dalam Gaya MLA

Antologi adalah karya kumpulan yang berisi berbagai teks dari penulis berbeda, disusun oleh satu atau lebih editor. Contohnya termasuk kumpulan puisi, kompilasi esai, antologi cerita pendek, dan buku bacaan sastra yang digunakan dalam mata kuliah. Dalam format MLA, antologi berfungsi sebagai kontainer bagi karya-karya individual di dalamnya.

Perbedaan utama antara menyitasi seluruh buku dan menyitasi bab atau karya dari antologi adalah konsep kontainer. Karya individual (bab, puisi, esai) muncul dalam tanda kutip, sementara judul antologi dicetak miring sebagai kontainer. Ini dengan jelas menunjukkan kepada pembaca bahwa Anda menyitasi karya tertentu dalam kumpulan yang lebih besar.

Format Dasar untuk Sitasi Antologi

Format standar untuk menyitasi karya dari antologi:

Nama Belakang Penulis, Nama Depan. "Judul Karya." Judul Antologi, edited by Nama Editor, Penerbit, Tahun

Elemen Inti Sitasi Antologi

Sitasi lengkap untuk karya dalam antologi mencakup:

  1. Penulis Asli: Penulis karya spesifik yang Anda sitasi
  2. Judul Karya: Dalam tanda kutip (bab, esai, puisi, cerita)
  3. Judul Antologi: Nama kontainer dicetak miring
  4. Editor: Didahului "edited by"
  5. Penerbit: Perusahaan yang menerbitkan antologi
  6. Tahun Publikasi: Tahun antologi diterbitkan
  7. Rentang Halaman: Halaman yang memuat karya yang Anda sitasi

Instruksi Sitasi Langkah demi Langkah

Langkah 1: Identifikasi Penulis Asli

Mulailah dengan penulis karya spesifik yang Anda sitasi, bukan editor antologi. Gunakan format Nama Belakang, Nama Depan.

Hurston, Zora Neale. "Sweat." The Norton Anthology of American Literature, edited by Robert S. Levine, Norton, 2017, pp. 1486-1495.

Langkah 2: Format Judul Karya

Tempatkan judul bab, esai, puisi, atau cerita dalam tanda kutip menggunakan title case. Ini menunjukkan bahwa karya tersebut adalah bagian dari kesatuan yang lebih besar.

Langkah 3: Sertakan Judul Antologi

Cetak miring judul antologi karena itu adalah kontainer bagi karya individual.

Langkah 4: Tambahkan Informasi Editor

Sertakan "edited by" diikuti nama editor dalam urutan normal (Nama Depan Nama Belakang). Jangan balik nama editor meski hanya ada satu editor.

edited by John Smith

Langkah 5: Sertakan Penerbit dan Tahun

Tambahkan penerbit dan tahun publikasi antologi, bukan tanggal publikasi asli karya individual (kecuali secara khusus relevan).

Langkah 6: Tambahkan Nomor Halaman

Sertakan rentang halaman lengkap tempat karya tersebut muncul dalam antologi, didahului "pp."

pp. 234-256

Jenis Sitasi Antologi yang Umum

Esai atau Bab dari Antologi

Woolf, Virginia. "A Room of One's Own." The Norton Anthology of Literature by Women, edited by Sandra M. Gilbert and Susan Gubar, 3rd ed., Norton, 2007, pp. 1318-1383.

Cerita Pendek dari Sebuah Kumpulan

O'Connor, Flannery. "A Good Man Is Hard to Find." The Complete Stories, Farrar, Straus and Giroux, 1971, pp. 117-133.

Puisi dari Antologi

Plath, Sylvia. "Daddy." The Norton Introduction to Poetry, edited by J. Paul Hunter et al., 12th ed., Norton, 2014, pp. 412-414.

Beberapa Editor

Untuk dua editor, cantumkan kedua nama. Untuk tiga atau lebih, gunakan "et al." setelah editor pertama.

Baldwin, James. "Sonny's Blues." The Art of the Short Story, edited by Dana Gioia and R. S. Gwynn, Longman, 2006, pp. 38-64.

Karya dengan Tanggal Publikasi Asli

Jika tanggal publikasi asli penting, sertakan setelah nama penulis.

Emerson, Ralph Waldo. "Self-Reliance." 1841. The American Tradition in Literature, edited by George Perkins and Barbara Perkins, 12th ed., McGraw-Hill, 2009, pp. 567-584.

Kasus Khusus dan Variasi

Pendahuluan, Kata Pengantar, atau Prakata

Saat menyitasi materi pendahuluan oleh penulis yang berbeda:

Morrison, Toni. Introduction. The Bluest Eye, by Morrison, Vintage, 2007, pp. xi-xiv.

Bab dari Buku Suntingan (Karya Tunggal)

Ketika buku tersebut adalah karya tunggal yang dibagi menjadi bab, bukan kumpulan:

Frankenstein, Victor. "The Creation." Frankenstein, by Mary Shelley, edited by J. Paul Hunter, Norton, 2012, pp. 48-56.

Karya yang Diterjemahkan dan Disunting

Borges, Jorge Luis. "The Garden of Forking Paths." Collected Fictions, translated by Andrew Hurley, Viking, 1998, pp. 119-128.

Artikel yang Sebelumnya Diterbitkan di Tempat Lain

Untuk artikel ilmiah yang diterbitkan ulang dalam antologi, Anda dapat menyertakan informasi publikasi asli jika relevan:

Butler, Judith. "Performative Acts and Gender Constitution." Theatre Journal, vol. 40, no. 4, 1988, pp. 519-531. Reprinted in The Performance Studies Reader, edited by Henry Bial, 2nd ed., Routledge, 2007, pp. 187-199.

Antologi Multi-Volume

Wordsworth, William. "Tintern Abbey." The Norton Anthology of English Literature, edited by Stephen Greenblatt et al., 9th ed., vol. 2, Norton, 2012, pp. 239-243.

Teks Suci dari Antologi

"The Sermon on the Mount." The New Oxford Annotated Bible, edited by Michael D. Coogan, 4th ed., Oxford UP, 2010, Matthew 5-7.

Sitasi dalam Teks untuk Karya Antologi

Sitasi dalam Teks Standar

Gunakan nama belakang penulis dan nomor halaman dari antologi:

The story explores themes of racial injustice in the American South (Hurston 1490).

Penulis Disebutkan dalam Kalimat

According to Woolf, "A woman must have money and a room of her own if she is to write fiction" (1320).

Tanpa Penulis (Teks Suci)

The text emphasizes ethical living ("Sermon on the Mount" 5.3-12).

Beberapa Karya dari Penulis yang Sama

Sertakan judul singkat jika menyitasi beberapa karya dari penulis yang sama:

O'Connor often uses violence to provoke spiritual awakening ("Good Man" 132).

Menyitasi Beberapa Karya dari Antologi yang Sama

Saat menyitasi beberapa karya dari antologi yang sama, Anda dapat membuat entri Works Cited untuk antologi itu sendiri, lalu memberikan sitasi singkat untuk karya individual. Ini mengurangi pengulangan:

Entri Antologi

Levine, Robert S., editor. The Norton Anthology of American Literature. Shorter 9th ed., Norton, 2017.

Entri Karya Individual

Hurston, Zora Neale. "Sweat." Levine, pp. 1486-1495. Faulkner, William. "A Rose for Emily." Levine, pp. 1577-1584.

Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari

1. Menyitasi Editor sebagai Penulis

Selalu sitasi penulis asli karya tersebut, bukan editor antologi. Editor muncul setelah judul antologi dengan "edited by."

2. Mencetak Miring alih-alih Menggunakan Tanda Kutip

Karya individual dalam antologi menggunakan tanda kutip, bukan huruf miring. Judul antologi dicetak miring sebagai kontainer.

3. Membalik Nama Editor

Nama editor muncul dalam urutan normal (Nama Depan Nama Belakang), bukan dibalik seperti nama penulis. Benar: "edited by John Smith" bukan "edited by Smith, John."

4. Nomor Halaman Hilang

Selalu sertakan rentang halaman tempat karya tersebut muncul dalam antologi. Ini membantu pembaca menemukan teks spesifiknya.

5. Menggunakan Informasi Publikasi Asli secara Tidak Tepat

Gunakan tahun publikasi antologi, bukan tanggal publikasi asli karya tersebut, kecuali tanggal aslinya secara khusus relevan dengan diskusi Anda.

6. Melupakan Nomor Edisi

Banyak antologi memiliki beberapa edisi. Sertakan nomor edisi jika bukan edisi pertama, karena nomor halaman sering berbeda antar edisi.

7. Tanda Baca yang Salah

Gunakan titik setelah judul karya (sebelum judul antologi), koma di antara elemen lainnya, dan "pp." sebelum rentang halaman.

8. Tidak Menggunakan "et al." dengan Tepat

Gunakan "et al." untuk tiga atau lebih editor. Jangan gunakan hanya untuk dua editor — cantumkan kedua nama.

Menemukan Informasi Sitasi dalam Antologi

Menemukan semua informasi yang diperlukan untuk sitasi antologi:

  • Daftar Isi: Mencantumkan semua karya beserta penulis dan nomor halaman awal
  • Karya Individual: Periksa awal setiap karya untuk nama penulis dan judul lengkap
  • Halaman Judul: Menunjukkan judul antologi, editor, dan penerbit
  • Halaman Hak Cipta: Berisi tahun publikasi dan informasi edisi
  • Akhir Karya: Beberapa antologi menyertakan informasi bibliografi setelah setiap karya
  • Kredit/Izin: Sering mencantumkan informasi publikasi asli untuk karya yang sebelumnya diterbitkan

Mengapa Sitasi Antologi yang Tepat Itu Penting

Sitasi antologi yang akurat sangat penting karena beberapa alasan. Sitasi ini memberikan pengakuan yang tepat baik kepada penulis asli maupun editor antologi yang membuat karya tersebut dapat diakses. Sitasi ini memungkinkan pembaca menemukan versi spesifik yang Anda sitasi, yang mungkin menyertakan catatan editorial, pendahuluan, atau varian tekstual yang penting untuk analisis Anda.

Dalam kajian sastra, menyitasi antologi dengan benar menunjukkan pemahaman Anda tentang kajian tekstual dan mengakui kerja editorial yang terlibat dalam pembuatan kumpulan ini. Edisi yang berbeda mungkin menggunakan teks atau terjemahan yang berbeda, sehingga kekhususan dalam sitasi sangat penting untuk akurasi ilmiah.

Memahami Konsep Kontainer

Konsep kontainer adalah inti dari pendekatan sitasi MLA edisi ke-9. Kontainer adalah karya lebih besar apa pun yang memuat sumber yang Anda sitasi. Untuk antologi, kumpulan tersebut adalah kontainer bagi esai, cerita, atau puisi individual. Struktur hierarkis ini memperjelas hubungan antara bagian dan keseluruhan.

Konsep kontainer juga meluas ke beberapa tingkat. Misalnya, jika Anda menyitasi artikel yang awalnya diterbitkan dalam jurnal dan kemudian dicetak ulang dalam antologi, jurnal tersebut adalah kontainer pertama dan antologi adalah kontainer kedua. MLA 9 mengakomodasi kompleksitas ini.

Referensi Silang dan Sitasi Berganda

Saat menulis makalah yang menyitasi beberapa karya dari antologi yang sama, metode referensi silang menghemat ruang dan mengurangi pengulangan. Dengan membuat satu entri lengkap untuk antologi dan entri singkat untuk setiap karya, Anda mempertahankan kejelasan sambil meningkatkan efisiensi. Pendekatan ini sangat berguna untuk antologi mata kuliah tempat Anda mungkin menyitasi sepuluh atau lebih karya berbeda dari kumpulan yang sama.

Buat Sitasi Antologi yang Sempurna

Meski memahami format sitasi antologi itu penting, pembuat sitasi kami dapat menangani pemformatan secara otomatis, memastikan akurasi untuk semua sumber Anda termasuk sitasi antologi yang kompleks dengan beberapa editor dan informasi edisi.

Siap menyitasi antologi tanpa repot?

Gunakan pembuat sitasi MLA gratis kami untuk memformat bab antologi dan sumber lainnya secara otomatis.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah saya menyitasi editor atau penulis terlebih dahulu?
Selalu mulai dengan penulis asli karya yang Anda sitasi. Editor muncul setelah judul antologi dengan "edited by."
Bagaimana cara saya menyitasi seluruh antologi alih-alih satu karya?
Cantumkan editor terlebih dahulu dengan "editor" atau "editors" setelah nama, lalu judul antologi dicetak miring, diikuti penerbit dan tahun.
Bagaimana jika karya tersebut tidak mencantumkan penulis?
Mulailah dengan judul karya dalam tanda kutip, lalu lanjutkan dengan informasi antologi. Ini umum untuk teks anonim atau tulisan suci.
Haruskah saya menggunakan tanggal publikasi asli?
Gunakan tanggal publikasi antologi. Sertakan tanggal asli hanya jika relevan dengan diskusi Anda, meletakkannya setelah nama penulis.

Kesimpulan

Menguasai sitasi antologi dalam format MLA memerlukan pemahaman tentang konsep kontainer dan hubungan antara karya individual dengan kumpulan yang memuatnya. Dengan memberikan pengakuan yang tepat kepada penulis dan editor, menggunakan tanda kutip untuk judul karya dan huruf miring untuk judul antologi, serta menyertakan rentang halaman lengkap, Anda membuat sitasi yang akurat sekaligus berguna bagi pembaca. Baik Anda menyitasi sastra klasik, esai kontemporer, atau artikel cetak ulang, pedoman ini akan membantu Anda memformat sitasi dengan benar setiap saat.