Cara menyitasi sumber sekunder dengan gaya Chicago (Edisi ke-18)
Pelajari cara menyitasi sumber yang Anda temukan dikutip atau disitasi dalam karya lain dengan format Chicago (Edisi ke-18). Panduan ini mencakup format daftar pustaka, contoh sitasi dalam teks, dan aturan format penting.
Format Daftar Pustaka Chicago
Berikut format Chicago standar untuk menyitasi sumber sekunder pada daftar pustaka Anda:
1. Original Author, “Original Title,” Container (Date): page, quoted in Secondary Author, Secondary Title (Publisher, Year), page.
Contoh Chicago untuk sumber sekunder
Rujukan Chicago lengkap untuk sumber sekunder, ditulis secara manual dan diperiksa berdasarkan pedoman resmi Chicago untuk sumber ini:
Zukofsky, Louis. “Sincerity and Objectification.” Poetry 37 (February 1931): 269. Quoted in Bonnie Costello, Marianne Moore: Imaginary Possessions (Harvard University Press, 1981), 78.
Sitasi dalam teks yang sesuai: 1. Louis Zukofsky, “Sincerity and Objectification,” Poetry 37 (February 1931): 269, quoted in Bonnie Costello, Marianne Moore: Imaginary Possessions (Harvard University Press, 1981), 78.
Sitasi dalam teks Chicago
Gunakan salah satu format berikut saat merujuk sumber ini dalam tulisan Anda:
Parentetik
Footnote: 1. Louis Zukofsky, “Sincerity and Objectification,” Poetry 37 (February 1931): 269, quoted in Bonnie Costello, Marianne Moore: Imaginary Possessions (Harvard University Press, 1981), 78.
Naratif
Shortened note: 2. Zukofsky, “Sincerity and Objectification,” 269, quoted in Costello, Marianne Moore, 78.
Aturan format penting Chicago
- Chicago (CMOS 18 §14.160) discourages citing from a secondary source, but if the original is unavailable both works must be listed.
- In the note, cite the original in full, then write quoted in and the secondary source with the page you read.
- Give the original’s page as the secondary source reports it, not the article’s full page range.
- In the bibliography, the original’s entry ends with a sentence beginning Quoted in, and the secondary source also gets its own entry: Costello, Bonnie. Marianne Moore: Imaginary Possessions. Harvard University Press, 1981.
Panduan langkah demi langkah
- Kumpulkan informasi sumber: Kumpulkan nama penulis, judul, tanggal publikasi, dan URL atau DOI untuk sumber sekunder Anda.
- Format rujukannya: Susun elemen-elemennya mengikuti templat Chicago (Edisi ke-18) yang ditampilkan di atas.
- Buat sitasi dalam teks: Tambahkan sitasi parentetik atau naratif dalam tulisan Anda di tempat Anda merujuk sumber ini.
- Tambahkan ke daftar pustaka Anda: Sertakan sitasi lengkap yang sudah diformat di akhir tulisan Anda.
- Periksa kembali formatnya: Pastikan huruf miring, tanda baca, kapitalisasi, dan indentasi gantung sudah sesuai dengan ketentuan Chicago.
Pertanyaan yang sering diajukan
- Bagaimana cara menyitasi sumber sekunder dengan gaya Chicago?
- Untuk menyitasi sumber sekunder dengan gaya Chicago (Edisi ke-18), cantumkan penulis, judul, tanggal, dan lokasi sumber. Gunakan pembuat sitasi gratis kami untuk pemformatan otomatis.
- Apa format Chicago untuk sitasi sumber sekunder?
- Format Chicago untuk sumber sekunder adalah: 1. Original Author, “Original Title,” Container (Date): page, quoted in Secondary Author, Secondary Title (Publisher, Year), page.
- Seperti apa sitasi dalam teks untuk sumber sekunder dengan gaya Chicago?
- Dengan gaya Chicago, sitasi dalam teks untuk contoh di atas adalah Footnote: 1. Louis Zukofsky, “Sincerity and Objectification,” Poetry 37 (February 1931): 269, quoted in Bonnie Costello, Marianne Moore: Imaginary Possessions (Harvard University Press, 1981), 78.
Buat sitasi ini secara otomatis
Lewati pemformatan manual. Tempel DOI, URL, atau ISBN ke CitationEasy dan dapatkan sitasi Chicago yang terformat sempurna dalam hitungan detik.
Sitasi dengan Chicago sekarang →Pelajari lebih lanjut
Baca panduan lengkapnya: Cara Mengutip Sumber Sekunder (As Cited In)
Studio daftar pustaka
Sitasi yang tersimpan membentuk bibliografi lengkap di Studio