Cara Mengutip Gambar dan Karya Seni dalam Format APA
Konten visual—dari foto bersejarah hingga seni digital kontemporer—menjadi bukti penting dalam penelitian di bidang sejarah seni, kajian budaya, komunikasi, dan banyak bidang lainnya. Baik Anda mengutip lukisan museum, foto stok, gambar digital, atau karya seni dari media sosial, memahami format kutipan media visual APA edisi ke-7 memastikan atribusi yang tepat sambil mendokumentasikan sumber-sumber penting ini.
Memahami Kutipan Media Visual
Gambar dan karya seni menyampaikan makna, mendokumentasikan sejarah, dan menjadi sumber primer untuk analisis. Mereka berkisar dari seni rupa di museum hingga foto di arsip, infografik daring, dan ilustrasi digital. Setiap jenis konten visual memiliki persyaratan kutipan unik berdasarkan tempat dan cara aksesnya. APA edisi ke-7 mengakui nilai ilmiah sumber visual dan memberikan panduan yang jelas untuk mengutipnya dengan tepat.
Kunci untuk mengutip gambar adalah membedakan antara karya asli dan reproduksi. Saat Anda melihat lukisan Monet secara daring, Anda melihat reproduksi digital. Kutipan Anda harus mengakui baik karya seni aslinya maupun tempat Anda mengakses reproduksinya. Memahami sifat ganda kutipan gambar ini membantu Anda memberikan dokumentasi yang lengkap dan akurat yang memungkinkan pembaca menemukan dan memverifikasi sumber visual Anda.
Format Dasar untuk Kutipan Gambar
Karya seni di museum (dilihat secara daring):
Seniman, S. S. (Tahun). Judul karya seni [Description]. Nama Museum, Lokasi. URL
Foto atau gambar digital:
Fotografer, F. F. (Tahun). Judul atau deskripsi foto [Photograph]. Sumber atau repositori. URL
Gambar stok atau clip art:
Pencipta, P. P. atau Nama Pengguna. (Tahun). Judul atau deskripsi [Type]. Nama Situs Web. URL
Kutipan dalam teks:
- Dalam kurung: (Artist, Year) atau (Photographer, Year)
- Naratif: Artist (Year) atau Photographer (Year)
Petunjuk Langkah demi Langkah
Langkah 1: Identifikasi Pencipta
Pencipta adalah seniman, fotografer, ilustrator, atau desainer yang membuat gambar tersebut. Gunakan format: Nama belakang, Inisial depan. Inisial tengah. Untuk karya seni oleh seniman yang tidak diketahui, mulailah dengan judul. Untuk gambar stok oleh pencipta anonim, gunakan nama pengguna atau nama situs.
Langkah 2: Tentukan Tahun
Gunakan tahun karya tersebut dibuat. Untuk karya seni bersejarah, gunakan tanggal pembuatan (misalnya, 1889). Untuk gambar digital kontemporer, gunakan tahun unggah atau penerbitan. Jika tahun pastinya tidak diketahui, gunakan "n.d." atau tanggal perkiraan jika terdokumentasi (misalnya, ca. 1850).
Langkah 3: Format Judul atau Deskripsi
Miringkan judul karya seni, foto, atau gambar tersebut. Gunakan huruf kapital gaya kalimat untuk judul. Jika gambar tidak memiliki judul, buat deskripsi singkat dalam huruf miring (misalnya, Photograph of Golden Gate Bridge). Diikuti dengan deskripsi medium dalam tanda kurung siku.
Langkah 4: Tentukan Medium
Setelah judul, sertakan medium dalam tanda kurung siku: [Painting], [Photograph], [Sculpture], [Digital image], [Infographic], [Map], [Chart], dan sebagainya. Ini memperjelas jenis konten visual yang Anda kutip.
Langkah 5: Sertakan Lokasi atau Repositori
Untuk karya seni museum, sertakan nama museum dan lokasi (kota, negara bagian atau negara). Untuk foto yang diarsipkan, sertakan nama arsip atau koleksi. Untuk gambar daring, sertakan nama situs web atau platform.
Langkah 6: Tambahkan URL atau Informasi Akses
Sertakan URL tempat Anda mengakses gambar tersebut. Untuk koleksi museum daring, gunakan tautan langsung ke halaman karya seni tersebut. Untuk gambar stok atau seni digital, gunakan URL ke berkas gambar atau halaman khususnya.
Contoh Rinci
Contoh 1: Karya Seni Museum (Dilihat Secara Daring)
Daftar referensi:
van Gogh, V. (1889). The starry night [Painting]. Museum of Modern Art, New York, NY, United States. https://www.moma.org/collection/works/79802
Kutipan dalam teks:
(van Gogh, 1889)
Kutipan karya seni klasik dengan seniman, tahun, judul, medium, museum, lokasi, dan URL ke koleksi daring.
Contoh 2: Foto dari Arsip
Daftar referensi:
Lange, D. (1936). Migrant mother [Photograph]. Library of Congress, Washington, DC, United States. https://www.loc.gov/item/2017762891/
Kutipan dalam teks:
(Lange, 1936)
Foto bersejarah dari arsip institusional dengan fotografer, tanggal, judul, format, dan lokasi arsip.
Contoh 3: Gambar Digital atau Ilustrasi
Daftar referensi:
Smith, J. (2024). Climate change infographic: Global temperature rise [Digital image]. Science Illustrated Magazine. https://www.scienceillustrated.com/climate-infographic-2024
Kutipan dalam teks:
(Smith, 2024)
Gambar digital dan infografik mengutip pencipta, judul deskriptif, format [Digital image], dan sumber.
Contoh 4: Foto Stok
Daftar referensi:
Chen, M. (2023). Business team collaboration [Photograph]. Unsplash. https://unsplash.com/photos/business-team-abc123
Kutipan dalam teks:
(Chen, 2023)
Foto stok dari situs seperti Unsplash, Pexels, atau Getty mengutip fotografer dan platformnya.
Contoh 5: Karya Seni dengan Seniman Tidak Diketahui
Daftar referensi:
The Great Wave off Kanagawa. (ca. 1830). [Woodblock print]. Metropolitan Museum of Art, New York, NY, United States. https://www.metmuseum.org/art/collection/search/45434
Kutipan dalam teks:
(The Great Wave off Kanagawa, ca. 1830)
Ketika seniman tidak diketahui, mulailah dengan judulnya. Gunakan "ca." (circa) untuk tanggal perkiraan.
Contoh 6: Gambar Instagram atau Media Sosial
Daftar referensi:
National Geographic [@natgeo]. (2024, June 15). Polar bear on Arctic ice [Photograph]. Instagram. https://www.instagram.com/p/ABC123xyz/
Kutipan dalam teks:
(National Geographic, 2024)
Gambar media sosial mengikuti format kutipan media sosial dengan deskripsi gambar dan [Photograph] atau [Digital image].
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
1. Tidak Mengutip Gambar yang Anda Sertakan
Setiap gambar yang Anda sertakan dalam makalah Anda memerlukan kutipan, bahkan jika hanya untuk ilustrasi. Baik entri daftar referensi maupun keterangan gambar dengan atribusi diperlukan.
2. Lupa Memiringkan Judul
Judul karya seni dan deskripsi gambar harus dicetak miring, sama seperti judul buku. Ini adalah kesalahan pemformatan yang umum terjadi.
3. Menghilangkan Deskriptor [Medium]
Selalu tentukan mediumnya dalam tanda kurung siku: [Painting], [Photograph], [Digital image], dan sebagainya. Ini memperjelas jenis konten visual yang Anda rujuk.
4. Tidak Menyertakan Lokasi Museum atau Repositori
Untuk karya seni dan gambar yang diarsipkan, sertakan lokasi lengkap (nama museum/arsip, kota, negara bagian/negara) untuk membantu pembaca menemukan aslinya.
5. Menggunakan Google Images sebagai Sumber
Telusuri gambar kembali ke sumber aslinya (koleksi museum, situs web fotografer, situs foto stok). Jangan pernah mengutip "Google Images" sebagai sumber Anda.
6. Lupa Hak Cipta dan Izin
Kutipan tidak sama dengan izin untuk mereproduksi. Anda mungkin memerlukan izin tambahan untuk menyertakan gambar berhak cipta dalam karya Anda, terutama untuk publikasi.
7. Informasi yang Tidak Lengkap untuk Gambar Daring
Untuk gambar digital, usahakan menemukan nama pencipta, tanggal pembuatan, dan sumber aslinya, bukan mengutip tempat Anda kebetulan menemukan gambar tersebut.
Panduan Referensi Cepat
Elemen Penting untuk Kutipan Gambar:
- Nama seniman/fotografer/pencipta (atau judul jika tidak diketahui)
- Tahun dibuat atau diterbitkan
- Judul atau deskripsi dalam huruf miring
- [Medium atau jenis] dalam tanda kurung siku
- Nama museum, arsip, atau situs web
- Lokasi (untuk koleksi fisik)
- URL tempat diakses
Deskriptor Medium Umum
- [Painting]: Lukisan minyak, akrilik, cat air
- [Photograph]: Gambar fotografis apa pun
- [Digital image]: Ilustrasi, grafik yang lahir digital
- [Sculpture]: Karya seni tiga dimensi
- [Drawing]: Sketsa, gambar pensil, arang
- [Infographic]: Visualisasi data, grafik informasi
- [Map]: Gambar kartografi
- [Chart]: Bagan dan grafik data
- [Illustration]: Ilustrasi artistik
- [Screenshot]: Tangkapan layar
Keterangan Gambar dalam APA
Saat menyertakan gambar dalam makalah Anda, gunakan keterangan gambar di bawah gambar DAN entri daftar referensi:
Gambar 1
The Starry Night
Note. From Museum of Modern Art, 1889 (https://www.moma.org/collection/works/79802). In the public domain.
Hak Cipta dan Penggunaan Wajar
Saat menyertakan gambar dalam karya Anda, pertimbangkan poin hukum dan etis berikut:
- Domain publik: Karya yang dibuat sebelum 1928 (di AS) umumnya merupakan domain publik
- Creative Commons: Periksa apakah gambar memiliki lisensi CC yang mengizinkan penggunaan
- Penggunaan wajar: Penggunaan akademik mungkin memenuhi syarat untuk penggunaan wajar, tetapi ini memiliki batasan
- Izin: Untuk publikasi, Anda mungkin memerlukan izin tertulis dari pemegang hak cipta
- Atribusi: Selalu berikan kredit kepada pencipta, bahkan untuk karya domain publik
- Gambar stok: Verifikasi ketentuan lisensi (beberapa memerlukan pembayaran untuk penggunaan akademik)
Menemukan Informasi Gambar
Temukan detail kutipan dari sumber-sumber berikut:
- Situs web museum: Halaman koleksi menyediakan seniman, tanggal, medium, dimensi
- Metadata gambar: Berkas digital berisi data EXIF dengan informasi pembuatan
- Arsip: Arsip digital mencantumkan fotografer, tanggal, koleksi
- Situs foto stok: Menyediakan nama fotografer dan tanggal unggah
- Situs web seniman: Halaman portofolio dengan detail karya seni
- Pencarian gambar terbalik: Alat seperti Google Image Search dapat melacak asal gambar
Buat Kutipan Gambar yang Sempurna
Kutipan gambar dan karya seni memerlukan format khusus berdasarkan medium dan sumbernya. Generator kutipan APA gratis kami membantu Anda memformat kutipan untuk lukisan, foto, gambar digital, dan semua media visual dengan atribusi yang tepat. Dapatkan kutipan akurat secara instan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Apakah saya memerlukan izin untuk mengutip gambar?
- Anda dapat mengutip gambar apa pun dalam daftar referensi Anda—kutipan adalah atribusi ilmiah. Namun, mereproduksi (menyertakan) gambar berhak cipta dalam karya Anda mungkin memerlukan izin, terutama untuk publikasi di luar tugas akademik.
- Bagaimana cara mengutip gambar yang saya buat sendiri?
- Jika Anda membuat gambar untuk makalah Anda, deskripsikan dalam keterangan gambar ("Note. Created by author.") daripada mengutip diri sendiri dalam daftar referensi.
- Bagaimana jika saya tidak dapat menemukan seniman atau fotografernya?
- Coba pencarian gambar terbalik untuk menemukan sumber aslinya. Jika benar-benar tidak diketahui, mulailah dengan judul atau deskripsi dan catat sumber tempat Anda menemukannya.
- Haruskah saya mengutip setiap gambar dalam makalah saya?
- Ya. Setiap gambar, foto, karya seni, bagan, atau elemen visual yang tidak Anda buat sendiri memerlukan baik keterangan gambar dengan atribusi maupun entri daftar referensi.
- Bagaimana cara mengutip clip art atau ilustrasi umum?
- Kutip clip art seperti gambar stok, termasuk pencipta atau layanannya (misalnya, Microsoft Office, Canva) dan perkiraan tanggal Anda mengaksesnya.
- Bagaimana dengan tangkapan layar situs web atau aplikasi?
- Tangkapan layar harus dikutip sebagai [Screenshot] dengan tanggal pengambilan, nama situs web/aplikasi, dan URL ke halaman yang Anda ambil.